NTP Provinsi Lampung Agustus 2012 untuk masing-masing sub sektor tercatat sebesar 135,79 untuk Subsektor Padi & Palawija (NTP-P), 113,47 untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H), 127,34 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr), 105,76 untuk Subsektor Peternakan (NTP-Pt) dan 114,38 untuk Subsektor Perikanan (NTP-Pi). Sedangkan NTP Provinsi/Gabungan tercatat sebesar 125,82.
Naiknya harga pada sub sektor tanaman pangan yaitu gabah dan ketela pohon serta sub sektor perikanan seperti udang dan ikan kembung, menjadikan NTP Lampung naik 0,21 persen dibanding bulan sebelumnya.
Sama dengan yang terjadi pada Juli 2012, tiga sub sektor mengalami kenaikan NTP yaitu sub sektor tanaman padi dan palawija yang naik 0,74 persen, sub sektor peternakan naik 0,19 persen, dan sub sektor perikanan naik 0,31 persen. Sementara itu, sub sektor tanaman hortikultura mengalami penurunan NTP sebesar 0,13 persen dan sub sektor tanaman perkebunan rakyat turun 1,02 persen.
Dari 32 Provinsi, sebanyak 18 provinsi mengalami kenaikan NTP dan 14 provinsi mengalami penurunan NTP. Kenaikan tertinggi NTP terjadi di Provinsi Banten yaitu 1,00 persen, ini dikarenakan harga yang dibayar petani naik 0,44 persen sedangkan harga yang diterima petani naik 1,45 persen. Sementara itu, penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Bengkulu yang turun sebesar 0,53 persen, karena harga yang dibayar petani naik 0,78 persen sementara harga yang diterima petani hanya naik 0,25 persen.
Agustus 2012 terjadi inflasi di daerah pedesaan di Provinsi Lampung sebesar 0,80 persen. Inflasi di daerah pedesaan disebabkan oleh naiknya indeks harga pada semua kelompok terutama kelompok bahan makanan, makanan jadi, dan sandang.